Risk Assessment
Terdiri dari menu : risk register, inherent risk, risk treatment plan, residual risk, risk mapping, risk rating.
Risk register berfungsi mengelola data resiko masing-masing proses yang ada di setiap unit kerja.
Inherent risk berfungsi merekam penilaian resiko sebelum kontrol, dengan menentukan Tingkat kemungkinan dan Tingkat dampak dari masing-masing resiko.
Risk treatment plan berfungsi merekam pengendalian yang telah dilakukan dan pengendalian tambahan dari masing-masing resiko yang telah diregister sebelumnya.
Residual risk berfungsi merekam penilaian resiko setelah kontrol, dengan menentukan Tingkat kemungkinan dan Tingkat dampak dari masing-masing resiko yang telah diregister sebelumnya.
Risk Mapping berfungsi menampilkan peta resiko, baik koordinat inherent risk maupun koordinat residual risk.
Risk rating berfungsi menampilkan Tingkat resiko masing-masing unit kerja yang akan dikirimkan ke audit plan. Tingkat resiko diambil dari nilai residual risk maksimum.
Audit Plan
Audit plan berfungsi menyusun rencana kegiatan audit dalam 1 tahun. User dapat menambahkan tahun kegiatan audit beserta daftar jadwal kegiatan audit dalam tahun tersebut.
Pada jadwal kegiatan audit, user meng-input data sebagai berikut: jenis audit, objek audit, rencana waktu pelaksanaan, serta tim auditor yang terdiri dari penanggung jawab, pengawas, ketua tim, dan anggota.
Persiapan Audit
Terdiri dari menu: surat penugasan, audit program, serta biaya penugasan.
Surat penugasan berfungsi menerbitkan surat penugasan dari masing-masing jadwal kegiatan yang telah direncanakan di menu audit plan. Auditor menentukan jadwal pelaksanaan audit yang telah definit serta lingkup audit yang akan dijalankan.
Audit program berfungsi menerbitkan dokumen perencanaan pelaksanaan audit untuk masing-masing jadwal kegiatan. Pada menu ini, ditentukan langkah kerja untuk masing-masing auditor.
Biaya penugasan berfungsi merekam data rincian anggaran biaya yang diperlukan dalam kegiatan audit.
Pelaksanaan Audit
Terdiri dari menu: opening meeting, audit tools, kertas kerja, review kertas kerja, tanggapan auditee, opini dan rekomendasi, komitmen auditee, closing meeting.
Opening meeting berfungsi merekam data pelaksanaan opening meeting yang menandakan bahwa audit telah dimulai. Opening meeting dilaksanakan oleh auditor dan auditee.
Audit tools berfungsi merekam checklist pemeriksaan dengan opsi: terpenuhi, terpenuhi sebagian, tidak terpenuhi, serta tidak tersedia. Masing-masing opsi memiliki bobot penilaian.
Kertas kerja berfungsi membuat kertas kerja dari masing-masing auditor yang telah ditentukan pada menu surat penugasan.
Review Kertas kerja berfungsi meninjau kembali hasil kerja auditor sebelum finalisasi laporan.
Tanggapan auditee berfungsi sebagai respons dari auditee terhadap temuan audit.
Opini & rekomendasi berfungsi memberikan penilaian akhir serta rekomendasi dari auditor terhadap hasil audit.
Komitmen auditee berfungsi sebagai bentuk persetujuan dari auditee terhadap hasil dan rekomendasi audit.
Closing meeting berfungsi sebagai pertemuan akhir audit untuk menyimpulkan hasil audit dan tindakan selanjutnya.
Pelaporan Audit
Terdiri dari menu: executive summary, laporan hasil audit (LHA), catatan direksi.
Executive summary berfungsi merangkum temuan dan hasil audit secara singkat.
Laporan Hasil Audit (LHA) berfungsi sebagai dokumen utama yang mencatat seluruh hasil audit secara rinci.
Catatan Direksi berfungsi sebagai tempat direksi memberikan tanggapan terhadap hasil audit.
Tindak Lanjut Audit
Terdiri dari menu: tindak lanjut temuan, review tindak lanjut, audit scoring.
Tindak Lanjut Temuan berfungsi mencatat langkah-langkah perbaikan terhadap temuan audit.
Review Tindak Lanjut berfungsi mengevaluasi efektivitas perbaikan yang telah dilakukan.
Audit Scoring berfungsi memberikan skor terhadap efektivitas audit dan tindak lanjut yang dilakukan.